Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden Republik Islam Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Dr. Hasan Rouhani, dengan masuknya tahun baru Persia mengucapkan selamat tahun baru kepada rakyat Iran dan Sembilan negara tetangga lainnya yang juga turut merayakannya. Ia mengatakan, "Tahun baru Persia adalah tradisi tertua bersejarah yang menyatukan kita semua, adalah hari raya yang mematangkan dan mendewasakan, pesannya adalah kedamaian, hidup berdampingan dan kebersamaan yang menyuburkan pohon persahabatan.”
Presiden Iran, menyebut tahun baru harus menjadi momentum untuk semakin menjalin persahabatan dengan negara-negara di dunia. Ia menegaskan, “Momentum tahun baru adalah momentum membangun peradaban, momentum untuk menciptakan sejarah kemanusiaan dan tempat bertemunya semua kebudayaan dan tradisi bangsa-bangsa, yang menjadi musim semi bagi tersemainya keadilan.”
“Tahun baru kali ini adalah tahun membangun kebersamaan, mengingat keberhasilan bersejarah Iran membangun kesepakatan bersama dengan negara-negara 5+1 yang menandai berakhirnya embargo atas Iran, maka kita optimis akan terjalin hubungan antar negara yang lebih baik, yang berdasarkan prinsip persahabatan, perdamaian dan saling menguntungkan.” tambahnya.
Pada bagian akhir penyampaiannya, Presiden Rouhani mengucapkan selamat tahun baru kepada sembilan pemimpin negara yang juga merayakan tahun baru Persia, yaitu: Afghanistan, Tajikistan, Pakistan, Azerbaijan, Turkmenistan, Armenistan, Turki, Kazastan dan Uzbekistan. Ia berharap agar Allah Swt tetap menurunkan keberkahan dan kegembiraan untuk semua bangsa-bangsa tersebut.
Disebutkan, bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2016, rakyat Iran dan sembilan negara lainnya di kawasan merayakan pergantian tahun dari 1394 HS ke 1395 HS. Presiden Rouhani dijadwalkan akan menyampaikan pidato resminya menyambut tahun baru, dihadapan rakyat Iran nantinya.